Selasa, 17 Juni 2014

Piala Dunia 2014 dan Serba-Serbinya

2014, tahun ini adalah tahun yang sangat ditunggu-tunggu khususnya para pecinta bola yang ada di bumi ini. Bagaimana tidak, kejuaraan dunia yang diadakan 4 tahun sekali ini kembali di adakan di Brazil. Ada 32 tim yang terbagi dalam 8 grup yang saling bersaing demi memenangkan acara 4 tahunan tersebut. Untuk piala dunia tahun ini ada banyak sekali kejutan, salah satunya adalah Negara Bosnia yang dapat ikut andil dalam kejuaraan dunia, mau tau apa lagi kejutannya? Saya akan bahas satu Satu.

Ada 5 pasangan adik kakak yang ikut serta dalam piala dunia 2014
Ya, jika dilihat piala dunia sekarang ada 5 pasangan adik kakak yang ikut serta dalam pegelaran piala dunia yaitu :

Kolo-yaya toure (Pantai Gading)
Aleksei-Vasili Berezutskiy (Rusia)
Andre-Jordan Ayew (Ghana)
Jordan-Wilson Palacios (Honduras)
Kevin-Jerome Boateng (Ghana-Jerman)

Banyaknya cedera yang melanda tim papan atas sebelum mulai piala dunia
Cedera? Yakin? Ya! Banget bro yang cedera sebelum waktunya hahaha, yang cedera yaitu :
Ricardo Montolivo (itali)
Frank Ribery (france)
Marco Reus (Jerman)

Kecaman piala dunia 2014 Brazil
Dilihat dari kemegahan piala dunia 2014 Brazil tidak luput juga dari berita tidak sedapnya yaitu tidak didukungnya oleh warga Brazil, warga brazil tidak mendukung piala dunia tersebut dikarenakan sedang terjadi krisis moneter dinegaranya.

Itulah sedikit serba-serbi piala dunia 2014, mudah mudah piala dunia ini dapat menyatukan seluruh Negara dan tidak menjadi ajang untuk berkelahi. Sekian dari saya, bye..

Sumber :
http://www.kaskus.co.id/post/5397d1d7582b2efb2a8b457f#post5397d1d7582b2efb2a8b457f

Rabu, 14 Mei 2014

Skill Berbahasa Inggris Di Era Globalisasi

KELAS : 4EA01

KELOMPOK :
ARGEN PURNAREZKA - 11210014
ADE BAGUS SAPUTRA - 19210098
PUTRA MAULANA SANDRI - 15210428
IRFAN FAHMI - 18210889
CIPTA NUGRAHA - 1121060



BAB I 
PENDAHULUAN 


1. Latar Belakang 
          Mempelajari bahasa inggris adalah sebagai bekal disaat kita semua akan melangkah dalam kehidupan globalisasi. Setiap orang wajib bergelut dalam dunia globalisasi jika ingin berkembang dan tidak berjalan di tempat. Dengan menguasai bahasa inggris seseorang dapat berkomunikasi lebih jauh, sehingga wawasannya dalam teknologi informasi sendiri akan lebih terbuka, dan memiliki kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa inggris adalah salah satu modal besar untuk melangkah dalam dunia dan kemajuan teknologi yang selalu bergerak maju.
          Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional di dunia, dan sudah menjadi bahasa pengantar No 1 di dunia, jadi mau tidak mau bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Tidaklah mustahil perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kita untuk lebih proaktif dalam menanggapi arus informasi global sebagai aset dalam memenuhi kebutuhan pasar. 
       Sebagai bahasa pergaulan dunia bahasa Inggris bukan hanya sebagai kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa melainkan sebagai media komunikasi global. Di dunia usaha yang makin mengglobal, semakin banyak perusahaan lokal termasuk perusahaan Indonesia telah masuk ke pasar dunia dan menggunakan bahasa inggris sebagai alat komunikasi utama, dan semakin banyak perusahaan internasional yang masuk ke pasar lokal, penggunaan bahasa Inggris yang menjadi bahasa ”bisnis” makin dirasakan sebagai suatu keharusan. 
          Selain itu, terlihat banyak sekali kasus yang kita jumpai dimana seringkali negosiasi gagal karena salah paham dengan calon mitra asing, pekerjaan tertunda karena komunikasi yang terbata-bata dengan klien dari Negara lain atau lamaran kerja di sebuah perusahaan asing ditolak karena kemampuan berbahasa Inggris yang kurang dan kesempatan kerja sama dengan perusahaan kelas internasional batal akibat tidak bisa menyediakan tenaga kerja yang bisa berbahasa Inggris.


BAB II 
PEMBAHASAN


1. Bahasa Inggris di Era Globalisasi
          Kemampuan berbahasa inggris masyarakat di Indonesia diakui masih sangat minim. Menurut penelitian yang diadakan dari tahun 2007-2009 yang diadakan oleh sebuah lembaga dapat disimpulkan berbahasa inggris masyarakat Indonesia menduduki peringkat ke-34 dari 44 negara yang memiliki bahasa ibu selain bahasa inggris. Indonesia masih kalah jauh dengan negara tetangga Malaysia yang menduduki peringkat ke-9. Banyak alasan yang dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia dalam belajar bahasa inggris, seperti sulit dipelajari atau terlalu rumit, merasa bahasa inggris itu tidak terlalu penting, atau bagi orang yang sudah tua sudah terlambat untuk belajar bahasa inggris. Padahal bahasa inggris adalah bahasa yang sangatlah penting dan harus dikuasai oleh masyarakat dan tidak pandang usia, terutama bagi orang-orang yang sedang mencari pekerjaan atau pun yang sudah punya pekerjaan.
          Banyak perusahaan besar maupun kecil atau lembaga-lembaga pemerintahan yang menuntut seseorang untuk mahir berbahasa inggris. Di iklan-iklan lamaran pekerjaan pun banyak yang mencantumkan para pelamar menguasai bahasa inggris. Bahasa inggris harus sangat dikuasai karena bahasa inggris adalah bahasa pergaulan dunia atau bahasa internasional. Bahasa ini digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam pertukaran IPTEK dan kerja sama dalam dunia bisnis dengan para pengusaha dari negara lain. Kesempatan kerja bagi seseorang yang menguasai bahasa inggris sangatlah terbuka lebar diterima kerja di perusahaan atau lembaga-lembaga swasta atau pemerintahan. Dapat dipastikan pula dapat mendapatkan posisi yang bagus di perusahaan atau lembaga tersebut. Tanpa bahasa inggris sulit bagi seseorang dalam memperoleh pekerjaan yang bagus. 
            Lambat laun Negara Indonesia akan menggunakan system seperti negara maju lainnya, yaitu pasar global yaitu dimana seluruh orang di berbagai Negara dapat bekerja di Indonesia tanpa memandang profesi, Pada zaman globalisasi, mampu dan mahir menguasai bahasa inggris merupakan nilai plus karena disetiap perusahaan persyaratan yang harus dimiliki seseorang pekerja atau karyawan apalagi jika perusahaan tersebut berskala internasional. Kesadaran pentinganya berbahasa inggris baru disadari seseorang setelah mencari info beasiswa atau mencari pekerja yang membutuhkan kemampuan berbahasa inggris baik lisan maupun tulisan. oleh karena itu banyak orang yang mengasah kemampuan berbahasa inggris sejak kecil. Salah satu persyaratan yang harus dimiliki seseorang untuk mendapatkan pekerjaan berskala internasional maupun mendapatkan beasiswa luar negri harus mengada test TOEFL. Test TOEFL digunakan untuk mengetahui seberapa mahir seseorang dalam menguasai bahasa ingris. Minimal pesyaratan nilai TOEFL yang harus dicapai seseorang adalah 550 
           Di Negara Indonesia masih banyak yang memiliki persepsi bahwa bahasa inggris itu sulit, oleh karena itu generasi muda masih banyak yang enggan belajar bahasa inggris. Beberapa hal yang harus diperhatikan seseorang untuk memudahkan mempelajari bahasa inggris, diantaranya :
1. Mengenali bahasa inggris
2. Mulai menyukai bahasa inggris
3. Mendengarkan, membaca dan menonton film yang mengunakan bahasa inggris, karena apabila seseorang terbiasa mendengarkan kata kata yan mengunakan bahasa inggris maka otak kita akan otomatis merekam bahasa inggris yang pernah kita dengarkan tersebut.
4. Berani mengekspresikan diri mengunakan bahasa Inggris


BAB III
KESIMPULAN


            Bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan oleh seluruh dunia, maka perlu bagi kita semua untuk mempelajarinya dan terbiasa untuk berbahasa Inggris. Dalam dunia modern yang penuh dengan tantangan dan persaingan yang super ketat ini, setiap orang disarankan tidak hanya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, namun juga dituntut ketrampilan khusus yang lazim kita sebut ‘skill’. Salah satu ’skill’ yang paling dibutuhkan saat ini adalah Bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa global, maka bagi mereka yang ingin selangkah lebih maju dari orang pada umumnya, perlu bahkan harus menguasai Bahasa Inggris.

sumber : 
http://www.kampunginggrisunicef.com/2013/12/pentingnya-bahasa-inggris-di-dunia.html
http://aryani0194.blogspot.com/2012/10/pentingnya-bahasa-inggris-di-era_9.html
http://manado.tribunnews.com/2012/06/25/pentingnya-berbahasa-inggris-di-era-globalisasi

Selasa, 07 Januari 2014

Kasus Bisnis Online

Kasus bisnis online tidak hanya dilakukan melalui akun atau situs pribadi tetapi pada situs jual beli online merek terkenal juga ada. Salah satu contohnya adalah yang terjadi pada toko bagus, banyak para costumer yang tertipu dengan para penjual berikut adalah contoh kasus yang dikutip dari sumber yang tertera. 
Kasus ini di ambil dari postingan F David Talalo, di Forum fotografer.net
Baru baru ini saya tergiur dengan iklan penawaran kamera digital SLR di situs tokobagas.com disitu ditawarkan oleh seorang pengiklan bernama charles zhang yg berdomisili di medan, kamera Nikon D200 body only hanya seharga 2,8jt. pengiklan menyertakan alamat lengkap beserta nama toko – Miracle Komputer di Shopping Centre YUKI Suka Ramai Lt.2 no.29 dan nomor telepon 061-76503903.
Bodohnya, saya terlanjur mentransfer uang sejumlah 2,8jt ke rekening milik bpk.Syukran. baru kemudian setelah itu konfirmasi dari pihak mall di medan menyatakan bahwa toko itu sudah tutup. barang tidak sampai, nota pembelian pun tidak difax.
saya hanya menginformasikan hati-hati terhadap situs tokobagus ini karena banyak harga2 miring disana. beberapa waktu lalu juga sempat ada yang posting disini mengenai iklan dari tokobagus tsb yang menjual Canon 1D mark III hanya 5,34jt. penjual Anugrah Digital berdomisili di bandung. semoga rekan2 tidak ada yang terpancing.

Contoh Kasus 2:
Berikut adalah testimoni dari linda amanina ibrahim 


SAYA JUGA KENAP TIPU , PENJULA MENJUAL BB ARIES DENGAN HARGA 500 RIBU DAN ONGKIR 50 RIBU , 902207249057 PADA TGL 6 NOVEMBER . TAPI SAMPAI SEKARANG BARANG TIDAK ADA , HATI2 DENGAN NOMOR 085799869094

AKU MOHON TOKO BAGAS MENGATASINYA . TERIMAKASIH

Contoh kasus 3 :
Dari Facebook toko bagus beralamat Facebook.com/tokobagas
penipuan: saya di tipu saya kemaren membeli BB torch 9800 dan sudah mentransfer sejumlah Rp.800.000,- Ke BRI dengan NO REK 530601012007534 AN. RICKY EDISYAH PUTRA dengan nomor HP 0857 6086 8349 setelah uang di tranfer HP tidak aktif dan barang pun tidak di trima, saya sangat kecewa steleh belanja OL di situs toko bagus.COM

Tanggapan Toko bagas.com 

Kami turut menyesal & prihatin atas hal tersebut. sudah melaporkan ini ke support? Silakan laporkan juga kepada pihak yg berwajib. kami dari pihak Tokobagus sangat terbuka dlm membantu proses penyelidikan nantinya. …Kami juga sudah memberikan tips jual beli aman baik di situs kami maupaun di setiap email yg dikirimkan ke team support. Jgn mudah tergiur dgn harga murah yg jauh dr harga pasaran, jgn pernah mentransfer uang jika barang blm diterima. Jika penjual memaksa, lebih baik batalkan saja. Mohon berkonsultasi dulu ke team support kami jika ada iklan yg mencurigakan.

Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat jual beli yang dilakukan via online hanya berpegang pada rasa saling percaya. Pada kasus ini toko bagus hanya sebagai media yang menghubungkan antara penjual dan pembeli.Walaupun hanya sebatas perantara namun diharapkan Toko Bagas juga mempunyai pengamanan yang lebih karena nama besarnya sebagai situs jual beli online akan banyak dimanfaatka orang orang yang tidak bertanggung jawab dan pada akhirnya nama Toko Bagas sendiri yang akan mendapatka nilai negative dari para konsumen. 

Nama Perusahaan disamarkan

Sumber: http://riangold.wordpress.com/

Kasus Bisnis Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Banyak orang bilang rokok adalah salah satu pemberi devisa terbesar di Indonesia. Betul memang bisnis rokok ini sangat berpengaruh terhadap nilai pendapatan negara, dari tahun 1995 hingga kini jumlah perokok di Indonesia meningkat tajam dari hanya sekitar 34 juta menjadi lebih dari 67 persen penduduk pria Indonesia atau lebih dari 80 juta. Itu untuk perokok pria, untuk perokok wanita sekitar 8 juta-an. Dan yang sangat mengkhawatirkan dari 45 persen perokok adalah berusia di bawah 25 tahun, bahkan satu persennya usia anak-anak, seperti halnya anak balita perokok yang menjadi topik menghebohkan beberapa hari ke belakang. Dari hasil "gendutnya" bisnis rokok ini pemerintah Indonesia mendapatkan keuntungan sekitar 70 triliun di tahun 2012. Nilai yang luar biasa memang. Tapi tahukah anda berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengobati para perokok dari penyakit setidaknya kanker paru dan akibat rokok lainnya? 250 TRILIUN itulah yang harus di tanggung dari bisnis rokok yang selalu menjadi pro kontra karena menguntungkan negara. Memang sekitar 30 juta orang menggantung diri dari bisnis rokok tapi lihat kerugian kita akibat rokok, 250 triliun,.
Selain kerugian materi, dari rokok ini kita banyak memperoleh kerugian kesehatan. Salah satunya bertebaran penyakit pernafasan yang berbahaya, dari mulai sesak nafas hingga kanker paru ini. Dan ternyata tingginya angka perokok, berindikasi pula pada jumlah penderita kanker paru ini. Jadi bisa diperkirakan 80 juta orang perokok itu terbelit masalah kecanduan dan kanker paru. Tapi parah lagi bukan hanya perokok yang terancam, tapi orang yang baik dengan sengaja atau tidak sengaja menghirup asap rokok terancam pula. Jadi keseluruhan rakyat Indonesia termasuk saya dan anda yang jumlahnya lebih dari 250 juta, terancam penyakit kanker paru.
Dari segi pemasaran banyak sekali kita lihat saat ini iklan rokok masih kerap menghiasi layar televisi. Meskipun memang iklan rokok yang dibuat memang tidak menunjukan langsung mengenai produk tersebut. Semua iklan rokok membuat seperti “kiasan iklan” namun tetap saja sebenarnya iklan rokok ditelevisi sudah tidak diperbolehkan. Iklan rokok hanya boleh pada media seperti baliho dan sebagainya. Maka dari sinilah harus adanya etika berbisnis yang tidak hanya mementingkan keuntungan sepihak tapi jua banyak pihak sesuai dengan.

Sumber:

Kasus Dalam Etika Bisnis

Kasus 1. Lumpur Lapindo :

Lapindo Brantas Inc. melakukan pengeboran gas melalui perusahaan kontraktor pengeboran PT. Medici Citra Nusantara yang merupakan perusahaan afiliasi Bakrie Group. Kontrak itu diperoleh Medici dengan tender dari Lapindo Brantas Inc. senilai US$ 24 juta. Namun dalam hal perijinannya telah terjadi kesimpangsiuran prosedur dimana ada beberapa tingkatan ijin yang dimiliki oleh lapindo. Hak konsesi eksplorasi Lapindo diberikan oleh pemerintah pusat dalam hal ini adalah Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP MIGAS), sementara ijin konsensinya diberikan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur sedangkan ijin kegiatan aktifitas dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sidoarjo yang memberikan keleluasaan kepada Lapindo untuk melakukan aktivitasnya tanpa sadar bahwa Rencana Tata Ruang (RUTR) Kabupaten Sidoarjo tidak sesuai dengan rencana eksplorasi dan eksploitasi tersebut.

Dampak dari luapan lumpur yang bersumber dari sumur di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa Timur sejak 29 Mei 2006 ini telah mengakibatkan timbunan lumpur bercampur gas sebanyak 7 juta meter kubik atau setara dengan jarak 7.000 kilometer, dan jumlah ini akan terus bertambah bila penanganan terhadap semburan lumpur tidak secara serius ditangani. Lumpur gas panas Lapindo selain mengakibatkan kerusakan lingkungan, dengan suhu rata-rata mencapai 60 derajat celcius juga bisa mengakibatkan rusaknya lingkungan fisik masyarakat yang tinggal disekitar semburan lumpur. Tulisan lingkungan fisik diatas adalah untuk membedakan lingkungan hidup alami dan lingkungan hidup buatannya, dimana dalam kasus ini Daud Silalahi menganggap hal ini sebagai awal krisis lingkungan karena manusia sebagai pelaku sekaligus menjadi korbannya. Rusaknya lingkungan fisik tersebut sudah dirasakan berbagai pihak selama ini antara lain :

Lumpuhnya sektor industri di Kabupaten Sidoarjo. Sebagai mana diketahui Sidoarjo merupakan penyangga Propinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya dalam sektor industri. Hingga kini sudah 25 sektor usaha tidak dapat beroperasi yang berakibat hilangnya mata pencaharian ribuan karyawan yang bekerja pada sektor industri tersebut.
Lumpuhnya sektor ekonomi sebagai akibat rusaknya infrastruktur darat seperti rusaknya jalan, jalan tol dan jalur ekonomi darat lainnya seperti jalur transportasi kereta api dll.
Kerugian di sektor lain seperti pertanian, perikanan darat dll. Sejauh ini sudah diidentifikasi luas lahan pertanian berupa lahan sawah yang mengalami kerusakan, menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Soetarto Alimoeso mengatakan area pertanian di Sidoarjo, Jawa Timur, yang terkena luapan lumpur Lapindo seluas 417 hektare. Lumpur telah menggenangi duabelas desa di tiga kecamatan, tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur, menggenangi sarana dan prasarana publik, Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini, serta memindah paksakan sebanyak lebih dari 8.200 jiwa dan tak 25.000 jiwa mengungsi.
Dampak sosial kehidupan masyarakat disekitar seperti sarana tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, sarana air bersih dll. Bahwa efek langsung lumpur panas menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan iritasi kulit. Lebih lanjut dijelaskan bahwa lumpur tersebut juga mengandung bahan karsinogenik yang bila berlebihan menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan kanker dan akumulasi yang berlebihan pada anak-anak akan mengakibatkan berkurangnya kecerdasan.
Hasil uji laboratorium juga menemukan adanya kandungan Bahan Beracun dan Berbahaya yaitu kandungan (B3) yang sudah melebihi ambang batas. Hasil uji kualitas air lumpur Lapindo pada tanggal 5 Juni 2006 oleh Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur, menunjukkan bahwa uji laboratorium dalam air tersebut terdapat kandungan fenol. Kontak langsung dengan kulit dapat mengakibatkan kulit seperti terbakardan gatal-gatal. Fenol bisa berakibat menjadi efek sistemik atau efek kronis jika fenol masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Efek sistemik fenol bisa mengakibatkan sel darah merah pecah (hemolisis), jantungberdebar (cardiac aritmia), dan gangguan ginjal. Hal ini menunjukkan bahwa selain dampak kerusakan lingkungan fisik, lumpur panas tersebut juga mengakibatkan ancaman lain yaitu efek kesehatan yang sangat merugikan dimasa yang akan datang dan hal ini justru tidak diketahui olehmasyarakat korban pada umumnya.

Analisis :

Pada kasus diatas dapat dilihat bahwa perusahaan Bakrie telah menyalahi etika berbisnis. Dalam berbisnis kita juga harus memperhatikan faktor kelestarian lingkungan sekitar kita yang juga dapat menopang usaha bisnis tersebut. Seharusnya perusahaan Bakrie sudah dapat menghitung atau memperkirakan bahaya atau dampak yang akan ditimbulkan bila melakukan pengeboran. Perusahaan harus tahu seberapa batas yang sewajarnya dilakukan pengeboran. Karena ulah perusahaan tersebut, banyak pihak yang dirugikan, baik makhluk hidup disekitarnya juga dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini tentunya harus menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama perusahaan-perusahaan besar yang ingin membuat suatu usaha atau tindakan bagi perusahaannya agar lebih memikirkan faktor lingkungan disekitar wilayah yang bersangkutan.

Sumber :

Penipuan Bisnis Online

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan,pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

Bisnis online bisa menjadi hal positif ataupun hal negatif, dimana hal tersebut dapat terjadi jika pembeli dan penjual tidak saling menipu. untuk hal negatif contohnya bisnis online penjualan handphone, banyak sekali alamat website yang memasarkan produk handphone yang menipu, modus menipu ini bisa jadi banyak macamnya, dari yang ternyata hanya transfer uang saja trus tidak mendapat barang ataupun membeli barang yang tidak sesuai dengan ditawarkan seperti produk yang palsu. untuk hal positif contohnya banyak sekali, untuk hal ini mungkin teman teman sekalian pernah mengalami, ya kalau saya sih berbelanja online jaket, kaos, ataupun spatu. dengan makin maraknya online shopping maka kita sebagai pembeli harus lebih berhati hati, karna tidak semua bisnis online itu dapat sesuai yang kita harapkan.

Sumber :

Sabtu, 07 Desember 2013

Carrefour Diminta Tinggalkan Palembang Square

Palembang - Carrefour diminta segera meninggalkan tempat sewanya di Palembang Square (PS) Mall, Jalan Angkatan 45, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Hipermarket itu dinilai telah melanggar perjanjian sewa-menyewa dengan PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS).
"Berdasarkan perjanjian sewa-menyewa atau Lease Agreement antara Carrefour dengan PT BJLS pada 15 Desember 2003, Careffour telah melanggar pasal 7.7 dan 7.8," kata Suharyono, SH, kuasa hukum PT BJLS, kepada pers di Palembang, Rabu (09/09/2009).
Dijelaskan Suharyono, pada pasal 7.7 dijelaskan sewa-menyeewa tetap berlangsung selama pihak penyewa yakni Carrefour tidak melanggar etika dan standard bisnis yang berlaku, dan pasal 7.8 menjelaskan pihak pemilik tempat dapat memutuskan hubungan sewa-menyewa apabila pihak penyewa (Carrefour) melanggar pasal 7.7.
"Nah, berdasarkan keputusan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) Carrefour telah terbukti melakukan pelanggaran bisnis atau melanggar UU No.5 Tahun 1999 tentang Anti Monopoli dan Persaingan Usaha. Keputusan KPPU itu No.2 Tahun 2005 lalu," kata Suharyono.
Lalu, keputusan KPPU itu diperkuat oleh keputusan Mahkamah Agung (MA) No.1 Tahun 2006.
Salah satu hal yang telah dilanggar Carreforur, kata Suharyono, yakni mewajibkan para penyalur barang ke mereka harus menjual dengan harga terendah. Apabila mereka menjualnya dengan harga lebih tinggi, pihak Carrefour akan memotongnya.
"Itu kan merusak persaingan bisnis, dan mematikan pedagang kecil. Mereka saja yang untung," katanya.
 
Sumber :
http://news.detik.com/read/2009/09/09/134054/1199919/10/carrefour-diminta-tinggalkan-palembang-square

Rabu, 09 Oktober 2013

Pelanggaran Etika Bisnis Bank Century


Nasabah Bank Century yang jadi korban penipuan produk investasi akan mendatangi Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat. Para nasabah akan mengadukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Mereka menganggap LPS belum menanggapi laporan penipuan tersebut. Jika ternyata jawaban DPR mengecewakan, nasabah Bank Century bakal menempuh jalur hukum. "Banyak yang sudah mulai menghubungi pengacara untuk konsultasi," kata Gunawan Setiadi Martono, Koordinator Nasabah Bank Century kepada KONTAN, kemarin (8/2). Para nasabah ini umumnya adalah mereka yang terkena bujuk rayu staf pemasaran Bank Century yang menawarkan produk investasi keluaran PT Antaboga Deltasekuritas dengan iming-iming keuntungan tinggi. Nilai dana yang mereka setorkan bervariasi, ada yang Rp 100 juta sampai Rp 2 miliar. Selama ini para nasabah itu merasa kecewa dengan sikap direksi Bank Century. Nasabah merasa direksi Bank Century tidak mengacuhkan masalah mereka.

Direksi Bank Century sendiri mengaku tak tahu-menahu mengenai produk investasi tersebut. Mereka juga tetap berpendapat, penyelesaian persoalan investasi bodong tersebut mesti menunggu proses hukum terhadap pemegang saham pengendali Bank Century, yakni Robert Tantular. Polisi sudah menetapkan Robert Tantular sebagai tersangka dibalik kolapsnya Bank Century. Selain melanggar aturan perbankan, polisi menuduh Robert menggelapkan dana nasabah PT Antaboga Deltasekuritas. Ceritanya, pada 2000 silam Bank Indonesia melarang perbankan menjual produk investasi. Namun, Robert tetap menjajakan produk investasi Antaboga. Lewat Century, Antaboga menjual reksadana terproteksi dan produk kontrak pengelolaan dana (discretionary fund) dengan bunga yang tinggi. Dalam menjual produk investasi ini, Robert tetap menggunakan pengaruhnya di Bank Century. Investasi ini kemudian macet karena Robert dan tiga koleganya di Antaboga yang merupakan warga negara asing menggelapkan semua dana nasabah tersebut. Polisi masih terus menyelidiki ke mana Robert menyembunyikan uang nasabah itu. Polisi baru mengetahui bahwa sebagian uang nasabah mengalir ke Eropa. Namun, polisi belum bisa mengambilnya.

Manajemen baru PT Bank Century Tbk menargetkan akan menyelesaikan 32 debitor utama terkait kasus aset-aset bermasalah. Untuk tahap pertama, PT Bank Century Tbk akan memprioritaskan penyelesaian terhadap sepuluh debitor terbesar. Ke-32 debitor ini merupakan 'warisan' dari manajemen terdahulu, sebelum akhirnya Bank Century ditutup pemerintah. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Bank Century Tbk Maryono, Kamis (22/1) di Jakarta. Kami telah membentuk tim penyelamatan aset untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Maryono, yang didampingi oleh Direktur Tresuri dan Pendanaan Ahmad Fajar, Direktur Operasional dan Teknologi Erwin Prasetio, dan Kepala Divisi Corporate Secretary Deddy Triyana. Pembenahan aset ini juga termaktub dalam program kerja perbaikan kondisi keuangan tahap awal, di samping pemulihan dan stabilisasi likuiditas, due dilligence atas kondisi keuangan, serta restrukturisasi balance sheet. Ketika ditanya mengungkapkan identitas ke-32 debitor beserta nilai nominalnya, Maryono masih enggan menyampaikannya. Pasalnya, lanjut Maryono, pihaknya masih menunggu hasil audit keuangan dan hukum.

ETIKA UTILITARIANISME Para nasabah ini umumnya adalah mereka yang terkena bujuk rayu staf pemasaran Bank Century yang menawarkan produk investasi keluaran PT Antaboga Delta sekuritas dengan iming-iming keuntungan tinggi. Nilai dana yang mereka setorkan bervariasi, ada yang Rp100 juta sampai Rp 2 miliar. Selama ini para nasabah itu merasa kecewa dengan sikap direksi Bank Century. Nasabah merasa direksi Bank Century tidak mengacuhkan masalah mereka. Direksi Bank Century sendiri mengaku tak tahu-menahu mengenai produk investasi tersebut. Mereka juga tetap berpendapat, penyelesaian persoalan investasi bodong tersebut mesti menunggu proses hukum terhadap pemegang saham pengendali Bank Century, yakni Robert Tantular.

ETIKA DEONTOLOGY Manajemen baru PT Bank Century Tbk menargetkan akan menyelesaikan 32 debitor utama terkait kasus aset-aset bermasalah. Untuk tahap pertama, PT Bank Century Tbk akan memprioritaskan penyelesaian terhadap sepuluh debitor terbesar. Ke-32 debitor ini merupakan 'warisan' dari manajemen terdahulu, sebelum akhirnya Bank Century ditutup pemerintah. 

ETIKA KAFFAH PT Bank Century berniat mengembangkan uang nasabah dengan cara investasi kepada lembaga sekuritas dan membayar uang nasabah walaupun secara bertahap dengan menargetkan 32 debitur utama. Kemudian membentuk tim penyelamatan aset untuk menyelesaikan masalah ini . Pembenahan aset ini juga termaktub dalam program kerja perbaikan kondisi keuangan tahap awal, di samping pemulihan dan stabilisasi likuiditas, due dilligence atas kondisi keuangan, serta restrukturisasi balance sheet, hal ini menunjukkan masih ada niat baik bahwa tanggung jawab social dunia dan akherat.

Sumber :
http://accounting-media.blogspot.com/2013/06/pelanggaran-etika-bisnis-bank-century.html

Teori Etika Bisnis

A. Etika

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. 

B. Bisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

C. Bisnis Sebuah Profesi Etis

a. Etika Terapan
Secara umum Etika dibagi menjadi :

1. Etika Umum
Berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bgmn manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.

2. Etika Khusus
Penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.


b. Etika Profesi

1. Pengertian Profesi
Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.

2. Prinsip-prinsip etika profesi

• Prinsip Keadilan
Prinsip ini terutama menuntut orang yg profesional agar dlm menjalankan profesinya ia tidak merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu, khususnya orang-orang yang dilayani dalam rangka profesinya

• Prinsip Otonomi
Prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional terhadap dunia luar agar mereka diberi kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya. Karena hanya kaum profesional ahli dan terampil dalam bidang profesinya, tidak boleh ada pihak luar yang ikut campur tangan dalam pelaksanaan profesi tersebut

Batas-batas prinsip otonomi :
• Tanggung jawab dan komitmen profesional (keahlian dan moral) atas kemajuan profesi tersebut serta (dampaknya pada) kepentingan masyarakat

• Kendati pemerintah di tempat pertama menghargai otonomi kaum profesional, pemerintah tetap menjaga, dan pada waktunya malah ikut campur tangan, agar pelaksanaan profesi tertentu tidak sampai merugikan kepentingan umum.

Sumber :
http://yuumenulis.wordpress.com/2012/11/07/teori-etika-etika-bisnis/
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika



Minggu, 09 Juni 2013

Teori Pembuatan Proposal


LATAR BELAKANG

Latar belakang masalah menguraikan alasan-alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian serta tujuan penelitian menjadi fokus penelitian. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas subtansi permasalahan (akar permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan penelitian, yang akan dilakukan untuk menyiapkan skripsi. Secara operasional permasalahan penelitian yang dimaksud harus gayut (relevan) dengan rumusan masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diajukan. Pokok isi uraian latar belakang masalah hendaknya mampu meyakinkan pihak lain, terutama pembimbing dan penguji.
Dengan kata lain, unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut:
  1. Penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik untuk diteliti.
  2. Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. Harus dijelaskan bahwa masalah yang diajukan/diteliti belum pernah diteliti oleh siapapun, dan jika ini merupakan penelitian ulang (replikasi) harus dijelaskan alasannya mengapa hal itu dilakukan.
  3. Kedudukan masalah yang diteliti dalan konteks permasalahan yang lebih luas dengan memperhatikan perkembangan bidang yang dikaji.

PERUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH

Setelah ditemukan apa yang menjadi fokus masalah, lalu diadakan perumusan masalah. Perumusan masalah merupakan pemetaan variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. Tidak semua variabel hasil identifikasi dari masalah melatarbelakangi atau terkait dengan fokus masalah, maka perlu diadakan pembatasan masalah.
Dalam merumuskan masalah penelitian ada 3 aspek yang perlu diperhatikan yaitu:
  1. Substansi/isi masalah: harus berbobot dan orisinil. Berbobot artinya mempunyai nilai kegunaan walaupun tidak ada kriteria yang jelas, tetapi setidak-tidaknya dapat didekati dengan melihat kemanfaatan atau kegunaannya pada tiga hal yaitu apakah terjawabnya permasalahan, penelitian akan mempunyai nilai kegunaan teoritik, metodologi dan aplikatif. Orisinil artinya belum terjawab oleh teori maupun penelitian yang pernah dilakukan. Bila penelitian itu merupakan penelitian ‘replikasi’ dari penelitian yang sama tetapi dilakukan di tempat lain orisinilitas tetap ada karena menyangkut daerah tempat dilakukannya penelitian yang berbeda.
  2. Formulasi rumusan masalah: ada 2 hal penting yang harus diperhatikan yaitu: pertama rumusan masalah hendaknya diajukan dalam bentuk kalimat pertanyaan yang mengandung setengah jawaban, diajukan dengan jelas, tajam dan akurat menyangkut inti masalah yang dikehendaki. Kedua rumusan yang dibuat mempermasalahkan hubungan antara dua variabel atau lebih.
  3. Teknis: dalam hal ini perlu diperhatiakan kelayakan penelitian artinya apakah permasalahan yang telah dirumuskan dapat dijawab secara empirik dengan penelitian yang akan dilakukan.

HIPOTESIS

Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori. Ada dua bentuk hipotesis yaitu:
  1. Hipotesis Penelitian; dirumuskan secara naratif berdasarkan kerangka berpikir penelitian & landasan teori yang telah dipilih.
  2. Hipotesis Statistik dirumuskan secara matematis dalam bentuk dua kalimat matematika.

Sumber :

Metode Ilmiah



Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.


Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
  1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)



KARAKTERISTIK METODE ILMIAH
  1. Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.
  2. Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia.
  3. Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
  4. Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.



LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH
  1. Masalah: berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoretis, sebagai suatu aktivitas pendahuluan. Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur relevan.
  2. Rumusan masalah: Masalah yang ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan.
  3. Pengajuan hipotesis: Masalah yang dirumuskan relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran referensi teoretis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.
  4. Metode/strategi pendekatan penelitian: Untuk menguji hipotesis maka peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai.
  5. Menyusun instrumen penelitian: Langkah setelah menentukan metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawancara, atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.
  6. Mengumpulkan dan menganalisis data: Data penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan alat-alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian atau pengujian secara kualitatif.
  7. Simpulan: Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari data yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.
Sumber :


Hipotesis


Pengertian Hipotesis.
Pengertian Hipotesis Dalam Penelitian. Hipotesa berasal dari penggalan kata ”hypo” yang artinya ”di bawah” dan thesa” yang artinya ”kebenaran”, jadi hipotesa yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia menjadi hipotesa dan berkembangan menjadi Hipotesa.
Pengertian Hipotesa menurut Sutrisno Hadi adalah tentang pemecahan masalah. Sering kali peneliti tidak dapat memecahkan permasalahannya hanya dengan sekali jalan. Permasalahan itu akan diselesaikan segi demi segi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk tiap-tiap segi, dan mencari jawaban melalui penelitian yang dilakukan.

Fungsi Penting Hipotesis :
  1. Untuk menguji teori
  2. Mendorong munculnya teori
  3. Menerangkan fenomena sosial
  4. Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian
  5. Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.
Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya :
  1. Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori. Hipotesis ini dapat dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Misalnya, sebab dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori mengenai konflik.
  2. Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi.
  3. Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salahnya dengan cara terbebas dari nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.
Jenis-jenis Hipotesa
Menurut Suharsimi Arikunto, jenis Hipotesa penelitian pendidikan dapat di golongkan menjadi dua yaitu :
  1. Hipotesa Kerja, atau disebut juga dengan Hipotesa alternatif (Ha). Hipotesa kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.
  2. Hipotesa Nol (Null hypotheses) Ho. Hipotesa nol sering juga disebut Hipotesa statistik,karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistik. Bertolak pada pemikiran diatas dapat penulis kemukakan bahwa dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis kerja dan hipotesis nihil (nol).
  3. Hipotesis Kerja (H1)” Pembelajaran Matematika dengan Penerapan Model Sinektiks lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran matematika tanpa Penerapan Model Sinektiks Terhadap Proses Belajar Bidang Studi Matematika Sub Pokok Bahasan Persamaan Linear ”.
  4. Hipotesis Nihil (H0)” Pembelajaran Matematika dengan Penerapan Model Sinektiks tidak efektif dibandingkan dengan pembelajaran matematika tanpa Penerapan Model Sinektiks Terhadap Proses Belajar Bidang Studi Matematika Sub Pokok Bahasan
Ciri-ciri hipotesis yang baik:
1. Hipotesis harus menyatakan hubungan antar variabel.
2. Hipotesis harus sesuai dengan fakta.
3. Hipotesis harus berhubungan dan sesuai dengan ilmu pengetahuan.
4. Hipotesis harus dapat diuji.
5. Hipotesis harus sederhana.
6. Hipotesis harus dapat menerangkan fakta.

Sumber :

Proposal

BAB I 
PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang Masalah 

Perekonomian dunia dewasa ini sering sedang mengalami goncangan yang cukup hebat. Hal ini terjadi akibat krisis hutang eropa yang tak kunjung berakhir, serta diperparah dengan adanya konflik di timur tengah yang berdampak langsung ke berbagai aspek kehidupan, khususnya aspek ekonomi, karena krisis yang berkepanjangan dapat mempengaruhi makin terpuruknya ekonomi dunia. 
Terpuruknya Negara-negara eropa ini justru berbanding terbalik dengan perekonomian asia yang merangkak naik sedikit demi sedikit. Dengan pertumbuhan ekonomi asia cukup baik, hampir semua investor menaruh perhatian terhadap pasar modal asia, karena pasar modal di asia memiliki peranan strategis dalam mencari keuntungan. 
Pasar modal yang ada di Indonesia merupakan pasar modal yang sedang berkembang (emerging market), yang perkembangannya sangat rentan terhadap ekonomi Negara sekitarnya. Era globalisasi menjadikan pasar modal di Indonesia lebih dapat diperhitungkan, karena dengan adanya era globalisasi membuat perusahaan di Indonesia menjadi lebih mandiri dan mampu untuk bersaing dengan Negara lainnya. 
Sama halnya dengan Indonesia, Negara lain seperti Jepang, Hongkong, dan Singapura juga terkena dampak globalisasi sehingga Negara-negara itu pun juga semakin mandiri dan dapat bersaing dengan ketat di bursa asia. 
Dengan persaingan sangat ketat dalam perdagangan barang dan jasa kali ini membuat para perusahaan harus meningkatkan taraf keuntungannya agar dapat meningkatkan derajat pasar modal di Indonesia. Oleh karena itu, dalam penulisan ilmiah ini, penulis tertarik untuk mengambil judul “ANALISIS PENGARUH INDEKS BURSA ASIA TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2012”. 

1.2 Perumusan Masalah dan Pembatasan Masalah 

1.2.1 Rumusan Masalah 
Adapun yang menjadi pokok permasalahan dari penelitian yang penulis ambil adalah sebagai berikut : 
1. Apakah Indeks Nikkei225 secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 
2. Apakah Indeks Hangseng secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 
3. Apakah Indeks Strait Times secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 
4. Apakah Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 

1.2.2 Pembatasan Masalah 
Ruang lingkup dari penelitian ini mencakup bidang ilmu pengetahuan ekonomi akutansi, khususnya yang membahas tentang pasar modal yang didalamnya mencakup Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 
Dalam penulisan ini, Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times sebagai variabel independen dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai variabel dependen. Batasan masalah tersebut adalah : 
1. Penulis hanya membahas mengenai empat variabel, dimana dari empat variabel tersebut dibagi menjadi dua variabel, yang pertama variabel independen yaitu Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times, sedangkan variabel yang kedua yaitu Indeks Harga Saham Gabungan. 
2. Periode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu tahun 2008 sampai 2012.

1.3 Tujuan Penelitian 

Berdasarkan pada latar belakang permasalahan diatas maka tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah : 
1. Untuk mengetahui pengaruh Indeks Nikkei225 secara parsial terhadap, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 
2. Untuk mengetahui pengaruh Indeks Hangseng secara parsial terhadap, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 
3. Untuk mengetahui pengaruh Indeks Strait Times secara parsial terhadap, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 
4. Untuk mengetahui pengaruh Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times secara bersama-sama terhadap, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 

1.4 Manfaat Penelitian 

Penelitian ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan, terutama investor, sebagai bahan pertimbangan yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Secara terperinci manfaat penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut : 

1.4.1 Manfaat Penelitian Akademis 
Manfaat penelitian akademis yaitu manfaat yang dihasilkan dari sebuah penulisan yang berhubungan dengan akademisi. Dalam hal ini manfaat penelitian akademis yang berhubungan dengan penelitian yaitu salah satunya Akuntansi Keuangan, karena dapat membantu untuk lebih menyempurnakan statement bahwa indeks Negara lain juga dapat berpengaruh terhadap IHSG. 

1.4.2 Manfaat penelitian Praktis 
Manfaat penelitian praktis yaitu manfaat yang dihasilkan langsung dari sebuah penulisan ilmiah. Dalam hal ini manfaat penelitian praktis yaitu : 

1.4.2.1 Bagi Investor dan Emiten 
Bagi investor dan emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), hasil dari penelitian ini dapat membantu mereka dalam menentukan apakah akan menjual, membeli, ataukah menahan saham yang mereka miliki, berkenaan dengan perubahan Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times. Karena kesalahan dalam menentukan dan menerapkan strategi perdagangan di pasar modal, akan berakibat buruk bagi perusahaan atau investor, sehingga dapat mengalami kerugian apabila Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times, memang benar-benar berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

1.4.2.2 Bagi Pemerintah 
Dengan diketahuinya dampak dari Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), maka pemerintah dapat membuat kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan meningkatkan pasar modal di Indonesia. Sehingga pengaruh yang telah atau akan terjadi dapat diantisipasi dan ditangani dengan sebaik-baiknya. 

1.4.2.3 Bagi penulis 
Bagi penulis sendiri, penelitian ini dapat membuka pengetahuan baru. Bahwa faktor-faktor pasar modal negara lain juga berpotensi mempengaruhi kinerja bursa saham di Indonesia, jadi tidak hanya faktor-faktor internal bursa itu sendiri saja. 

1.5 Metodologi Penelitian 

Penelitian metode pengumpulan data sangatlah penting, karena akan sangat menentukan keberhasilan suatu penelitian yang dilakukan. Sedangkan pemilihan terhadap metodologi penelitian, akan tergantung pada masalah yang akan diselidiki. Dalam penulisan ini, penulis akan menggunakan metodologi penelitian sebagai berikut : 

1.5.1 Objek Penelitian 
Objek penelitian ini menganalisis tentang pengaruh indekswww.idx.co.id periode 2008-2012. 

1.5.2 Jenis dan Sumber Data 
Data-data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya merupakan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari beberapa sumber yaitu : Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM), (www.idx.co.id), dan Yahoo Finance. 

1.5.3 Data dan Variabel 

1.5.3.1 Data 
Data-data yang digunakan penulis dalam penelitian ini seluruhnya merupakan data sekunder yaitu data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan dari website Yahoo Finance yaitu Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times periode 2008-2012. 

1.5.3.2 Variabel 
Pada penelitian ini, variabel yang digunakan ada 4 yaitu, 3 variabel independen, dan 1 variabel dependen, diantaranya : 
1. Variabel independen (x) adalah variabel yang keadaannya tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya, variabel independen dalam penelitian ini : 
a. Indeks Nikkei225 
b. Indeks Hangseng 
c. Indeks Strait Times 
2. Variabel dependen (y) adalah variabel tidak bebas yang keadaannya merupakan sesuatu yang dipengaruhi / diakibatkan oleh variabel independen, variabel dependen dalam penelitian ini : 
a. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 

1.5.4 Metode Pengumpulan Data 

Metode pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu dengan menggunkan metode Dokumentasi, karena penulis mengumpulkan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk suatu hasil kajian yang sistematis, padu, dan utuh. 

1.5.5 Hipotesis 

Hipotesis ini dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan di muka dengan menggunakan alat bantu Statistics Program and Solution service v 20 (SPSS v 20.0). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2008-2012. Pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : 
H1 Diduga bahwa variabel-variabel independen Indeks Nikkei225 (X1), Indeks Hangseng (X2), dan Indeks Strait Times (X3) secara bersama-sama terhadap variabel dependen, Indeks Harga Saham Gabungan (Y) di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 
H2 Diduga bahwa variabel independen Indeks Nikkei225 (X1) secara parsial terhadap variabel dependen, Indeks Harga Saham Gabungan (Y) di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. 
H3 Diduga bahwa variabel independen Indeks Hangseng (X2) secara parsial terhadap variabel dependen, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (Y) tahun 2008-2012. 
H4 Diduga bahwa variabel independen Indeks Strait Times (X3) secara parsial terhadap variabel dependen, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (Y) tahun 2008-2012. 

1.5.6 Alat Analisis yang Digunakan 

Untuk menguji hipotesis tentang kekuatan variabel independen: Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), penulis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda (multiple regression analysis model) dengan persamaan kuadrat terkecil (Ordinary Least Square) dengan alat bantu Statistical Product and Service solution v 20 (SPSS v 20.0) dengan model dasar sebagai berikut: 

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + ε 

Dimana: 

Y = IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) 

α = Konstanta 

X1 = Indeks Nikkei225 

X2 = Indeks Hangseng 

X3 = Indeks Strait Times 

β1, β2, , β3 = koefisien regresi parsial untuk X1, X2,X3 

ε = disturbance error (faktor pengganggu/residual) 

1.6 Sistematika Penulisan 

Untuk memudahkan materi, maka penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut: 

BAB I PENDAHULUAN : 

Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah yang menjadi alasan penulis dalam pengambilan judul, selain itu penulis juga menguraikan rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian dan lain-lain. 

BAB II LANDASAN TEORI : 

Bab ini menguraikan teori yang berkenaan dengan materi penulisan yaitu, analisis pengaruh Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2008-2012. Istilah rumus dan alat analisa yang di gunakan penulis, berkaitan dengan permasalahan tersebut. 

BAB III METODOLOGI PENELITIAN : 

Bab ini menguraikan tentang metode penelitian yang di gunakan oleh penulis, yaitu metode deskriptif dan metode asosiatif. 

BAB IV PEMBAHASAN : 

Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian penulis, dan juga analisis pembahasan yang di berhubungan dengan judul penulisan yaitu analisis pengaruh Indeks Nikkei225, Indeks Hangseng, dan Indeks Strait Times terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2008-2012. 

BAB V KKESIMPULAN : 

Bab ini merupakan penutup atau bab akhir dari penulisan, disini penulis dapat mengambil kesimpulan dan memberikan saran dari analisis yang telah di lakukan. 

DAFTAR PUSTAKA 

Minggu, 28 April 2013

Data Dan Variabel

DATA 
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. 

Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi. 

Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak. 

Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut: 
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta 
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi 
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi 

intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan 

VARIABEL PENELITIAN 

Pengertian 
1. Suharsimi Arikunto (1998:99) variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. 
2. Ibnu Hajar (1999:156) yang mengartikan variabel adalah objek pengamatan atau fenomena yang diteliti. 
3. Sutrisno Hadi (1982:437) variabel adalah semua keadaan, faktor, kondisi, perlakuan, atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. 
4. M. Nazir (1999:149) variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai. 
5. Variabel adalah gejala atau obyek penelitian yang bervariasi, contoh: 1) variabel jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), 2) variabel profesi (guru, petani, pedagang). 

Macam-macam Variabel 
1. Variabel Kuantitatif. 
a. Variabel diskrit ( nominal,kategorik) yaitu variabael 2 kutub berlawanan. Contoh: 
1) Kehadiran : hadir, tidak hadir 
2) Jenis kelamin : laki-laki, perempuan. 
b. Variabel kontinum 
1) Variabel Ordinal : variabel tingkatan. Contoh: Satria terpandai, Raka pandai, Yudit tidak pandai. 
2) Variabel Interval: variabel jarak. Contoh: jarak rumah Anto kesekolah 10 km, 
sedangkan Yuli 5 km maka vr intervalnya adalah 5 km. 
3) Variabel Ratio: variabel perbandingan (sekian kali). Contoh: berat badan Heri 80 kg, sedangkan berat badan Upi 40 kg, maka berat badan Heri 2 kali lipat Upi. 
2. Variabel Kualitatif adalah variabel yang menunjukkan suatu intensitas yang sulit diukur dengan angka. Contoh : kedisiplinan, kemakmuran dan kepandaian. 
3. Variabel Independen (Pengaruh, Bebas, Stimulus, Prediktor). 
Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). 
4. Variabel Dependen (Dipengaruhi, Terikat, Output, Kriteria, Konsekuen). 
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel bebas. 
Contoh: Pengaruh Iklan Terhadap Motivasi Pembelian. Iklan = Variabel Independen Motivasi Pembelian = Variabel Dependen. 
5. Variabel Moderator. 
Merupakan variabel yang mepengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan 
antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini sering disebut sebagai 
variabel independen kedua. Contoh: Anak adalah variabel yang memperkuat hubungan suami isteri. Pihak ketiga adalah variabel yang memperlemah hubungan suami isteri. 
6. Variabel Intervening (Antara). 
Merupakan variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan namun tidak dapat diamati atau diukur. Contoh: Hubungan antara Kualitas Pelayanan (Independent) dengan Kepuasan Konsumen (Intervening) dan Loyalitas (Dependen). 
7. Variabel Kontrol. 
Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. 
Contoh: Apakah ada perbedaan antara tenaga penjual (sales force) yang lulus D3 dan S1 maka harus ditetapkan variable control berupa gaji yang sama, peralatan yang sama, iklim kerja yang sama, dan lain-lain. Tanpa adanya variabel kontrol maka sulit ditemukan apakah perbedaan penampilan karyawan karena faktor pendidikan 

Sumber : 

Jumat, 29 Maret 2013

Pengertian Karya Tulis

Kata Karya tulis dibagi menjadi dua kata yakni kata “karya” dan kata “tulis”. Arti Kata “karya” kalau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengandung arti pekerjaan, bisa juga hasil perbuatan, atau ciptaan. Kemudian, kata “tulis” kalau dalam KBBI Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidak didefinisikan secara tunggal karena kata “tulis” tidak termasuk kata benda. Maka, KBBI memberikan sebuah penjelasan untuk pengertian kata“tulis” ini dengan memberikan tambahan imbuhan atau awalan untuk memperjelas kata “tulis”tersebut. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian karya tulis adalah semua bentuk yang merupakan hasil olah pikir setiap manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Macam karya tulis adalah : 

1. Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu per- masalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamat- an, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis ilmiah melalui penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan sesudah timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas melalui penelitian dan kesimpulan dari penelitian tersebut. 

2. Karya tulis semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semi formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintetis-analitis karena sering dimasukan karangan non ilmiah. 

3. Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal). Contoh karya tulis non-ilmiah seperti dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman. 

Sikap Ilmiah 

Sikap ilmiah yang harus dimiliki seorang ilmuan ada beberapa pendapat seperti harus memiliki rasa ingin tahu, bersifat obyektif, bersifat kritis, sikap ingin menemukan, mempunyai sikap menghargai karya orang lain, tekun, dan terbuka. Abbas Hamami M. mengemukakan pendapatnya mengenai sikap ilmiah apa saja yang harus dimiliki seorang ilmuan seperti : 

1. Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness), artinya suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi. 

2. Bersikap selektif, yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap pelbagai hal yang dihadapi. Misalnya hipotesis yang beragam, metodologi yang masing-masing menunjukkan kekuatannya masing-masing, atau , cara penyimpulan yang satu cukup berbeda walaupun masing-masing menunjukkan akurasinya. 

3. Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alat-alat indera serta budi (mind). 

4. Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belief) dan dengan merasa pasti (conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian. 

5. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak puas terhadap penelitian yang telah dilakukan, sehingga selalu ada dorongan untuk riset, dan riset sebagai aktivitas yang menonjol dalam hidupnya. 

6. Seorang ilmuwan harus memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia, lebih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara. 

Sumber : 

Penalaran Deduktif

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. 

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). 

deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dai suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. 

1. Silogisme Kategorial 

Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). 

2. Silogisme Alternatif 

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. 

3. Entimen 

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. 

4. Silogisme Hipotetik 

Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik: 

· Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent. 

· Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya. 

· Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent. 

· Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya. 

5. Silogisme Disjungtif 

Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu: 

· Silogisme disyungtif dalam arti sempit 

. Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif. 

· Silogisme disjungtif dalam arti luas 

. Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. 



Sumber :